Yes please!
Yes please!
HALA MADRID!
Halo! apa kabar para penghuni tumblr? sangat kangen dengan masa-masa sering nyempetin waktu buat posting sesibuk apapun. ternyata oh ternyata, semester 2 ini jaaaaaaauh lebih hectic dari semester pertama. selain harus ngurusin urusan kuliah, juga harus bagi waktu sama kehidupan berorganisasi. seru sih, walaupun pertamanya ngerasa kewalahan karena super duper extra ultra padet. mungkin kaget juga karena ini adalah pengalaman pertama jadi anak organisasi. dulu waktu SMP dan SMA cuma jadi anak ekskul aja. itupun gak terlalu aktif.
hikmah dari semua kesibukan ini adalah, alhamdulillah dapet pelajaran soal manajemen waktu, manajemen SDM juga. peningkatannya belum begitu signifikan sih, tapi udah mulai berefek ke kehidupan sehari-hari. seru! cuma… dampak yang paling kerasa dari ini semua adalah, semakin berkurangnya “me time” dan semakin kerasa bahwa waktu itu bener-bener singkat! dan harus dimanfaatin sebaik mungkin.
ada juga ketakutan-ketakutan yang muncul di pikiran, kaya “duh gue udah terlalu sibuk sama organisasi, ngaruh gak ya ke akademik?” jujur, kalimat itu seriiing banget mampir di pikiran. terutama takut IPK turun. sumpah, itu hal paling menakutkan dan gaboleh sampe terjadi. tapi dari organisasi juga lah gue disadarin bahwa organisasi gak boleh ganggu akademik, begitu juga sebaliknya. justru dengan organisasi, kita belajar banyak. gak hanya dari bidang akademik. dengan organisasi juga kita punya tantangan double, punya self note, punya deadline, yang menuntut kita untuk hidup lebih teratur, terorganisir.
pada akhirnya semua yang kita kerjakan emang harus balance :)
another joyful day with Risma, Wiwid, and Karin after mid test. we shared everything, viva la classmates!
(Source: flawlessphotosets)
Image source: unknown
Find out if you’re an introvert of extrovert by following the link on here: http://neurolove.me/post/48232160310/are-you-introverted-or-extraverted
Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.“Tapi yang fana adalah waktu, bukan?”
tanyamu.
Kita abadi.- Sapardi Djoko Damono
Menyimpan perasaan kepada manusia lain tentunya menjadi wajar bagi manusia seumuran kita. mencintai secara terbuka atau menyimpan rasa dengan sembunyi-sembunyi itu pilihan kita. keduanya adalah pilihan yang tidak merujuk pada suatu pernyataan bahwa yang satu benar dan yang lain adalah tolakannya. yang jadi pertanyaan adalah alasan dibalik kita mencintai orang tersebut. apakah niatan kita sudah benar karena Allah semata atau terbawa nafsu belaka?
tidak ada yang namanya pacaran dalam kepercayaan saya. Syariat Islam memfasilitasi dua orang manusia yang hendak hidup bersama dikenalkan melalui proses taaruf. Sesuai syariat agama, syar’i, dan yang terpenting menjaga keduanya suci sampai dihalalkan oleh pernikahan. namun begitu, saya pribadi tidak menampik betapa terkadang godaan berpacaran, rasa ingin memiliki & dilindungi oleh kaum adam begitu menjalar dalam diri. apalagi ketika melihat teman-teman yang kesana kemari diantar pacarnya. siapa juga yang tidak senang dipedulikan?
jauh dari hal ini, saya pernah bertanya dalam lamunan saya. lamunan tentang betapa terkadang kesendirian itu tak nyaman juga, lamunan tentang kapan saya dipertemukan dengan imam dunia dan akhirat saya, lamunan tentang apa dosa saya terdahulu diampuni atau tidak, apa dosa saya ini menutup jalan menuju surga? banyak lamunan yang menggiring saya bertanya pada diri sendiri: ‘sudah pernah mencintai sesama makhluk, sekarang sudah sejauh mana mencintai Allah yang memberimu segalanya?’. saya pernah dengar suatu kalimat, begini bunyinya :’betapa seseorang yang miskin diuji dengan kemiskinannya, dan orang kaya diuji dengan kekayaannya’. betapa orang miskin diuji dengan kesabarannya untuk tidak mengeluh dan senantiasa bersyukur di kondisi serba terbatasnya dan orang kaya diuji agar jauh dari sifat sombong dan tak berderma. kalimat ini mungkin jawaban atas keluhan saya.
kita sama-sama diuji, hanya saja dengan cara yang berbeda. sebuah kalimat menampar saya sore ini : “KETIKA KAMU MENCINTAI SESEORANG, TUHAN SEDANG MENGUJIMU, SEBERAPA BESAR CINTAMU KEPADA-NYA.” (masgun)
ketika perasaan ini terpaku untuk dilabuhkan pada sesama makhluk, seberapa besar ruang pikiran yang kita sisakan untuk mengingat Allah? disitulah kita sedang diuji. jika kamu mencintai seseorang sepenuh hati, maka bagian hati sebelah mana lagi yang kamu gunakan untuk mencintai Allah? semoga perasaan dan kehormatan kita terpelihara sampai tiba saatnya datang lelaki terbaik yang Allah kirimkan, laki-laki shiddiq, tabligh, amanah dan fathonah yang mencintai wanitanya karena Allah Swt. Seorang imam untuk keluarganya, pembawa kebaikan bagi istrinya, dan teladan bagi putra-putrinya. Seseorang yang senantiasa mengingatkan agar mencintai Allah diatas segalanya.